Analisis Artikel
Analisis Paragraf
Breastfeeding and Work (Let’s make it work)
Saat
ini, banyak sekali ibu yang masih menyusui, teatpi harus kembali berkerja,
biasanya saat bayi 2 sampai 3 bulan. Ibu yang kembali berkerja masih dapat
menyusui dengan berbagai cara, diantaranya dengah memerah ASI. Namun,
sayanganya tidak semua tempat kerja memiliki suasana yang mendukung staf atau
karyawati untuk tetap menyusui, mulai dari atasan, rekan kerja, hingga privasi
dan fasilitas yang tersedia bagi ibu berkerja yang sedang menyusui.
Padahal,
tanpa disadari sebenarnya tempat kerja akan mendapat manfaat bila tenaga kerja
pun akan lebih jarang absen. Tenaga kerja juga akan lebih loyal kepada tempat
kerja yang telah memberikan perhatian dan dukungan disaat mereka memerlukannya.
Sering
kali ibu akhirnya berhenti menyusui atau mulai memberikan tambahan sebelum 6
bulan, ketika mereka kembali berkerja setelah melahirkan. Banyak perempuan
harus kembali berkerja dalam beberapa minggu. Ini adalah masalah yang harus
kita hadapi dalam kehidupan kita. Kita perlu memahami yang dibutuhkan untuk
melindungi dan mendukung wanita berkerja.
Beberapa
perjanjian kebijakan internasional mengenal perlindungan melahirkan sudah
banyak dibuat untuk melindungi perempuan berkerja dalam memberikan makanan yang
terbaik untuk bayinya. Pemerintah mengatur hal ini, tetapi sayangnya belum
semua merasa terlibat dan belum peduli
ntuk melaksanakannya. Pada 2002, WHO dan Unicef mengadopsi Strategi Global
Pemberian Makan Bayi dan Anak-anak, untuk memperkuat upaya-upaya melindungi,
mempromosikan, dan mendukung kegiatan menyusui diseluruh dunia.
Referensi
: Majalah (Elisabeth Yohmi | Ikatan Dokter Anak Indonesia)
Analisis
:
Artikel
ini terdiri dari 4 paragraf dan merupakan artikel yang bersifat Persuasif,
mengapa ? Sebab artikel ini terdiri dari paragraph yang kalimatnya berupa
kalimat-kalimat argumentatif yang berusaha meyakinkan pembaca untuk mmelakukan
atau mengajak pembaca untuk melakukan apa yang diinginkan penulis.
Artikel
ini tidak menggunkan pola penalaran deduktif berupa silogisme ataupun entimen.
Tetapi artikel ini menggunakan proses deduksi, karena untuk menarik kesimpulan berupa sikap yang berlaku
khusus berdasarkan fakta-fakta yang bersifat umum.
Pada
paragraph pertama terdapat pokok bahasan dari artikel, dan pokok bahasan
tersebut terletak diawal paragraph, yaitu “Saat ini, banyak sekali ibu yang
masih menyusui, teatpi harus kembali berkerja, biasanya saat bayi 2 sampai 3
bulan. Ibu yang kembali berkerja masih dapat menyusui dengan berbagai cara,
diantaranya dengah memerah ASI” . Oleh
sebab itu, pada paragraph pertama menggunakan pola penalaran deduktif (khusus-umum).
Pada
paragraph kedua, ketiga, dan keempat merupakan pernyataan-pernyataan umum yang
mendukung pokok pembahasan dari artikel tersebut.

Komentar
Posting Komentar